Program SKB Beri Harapan Baru bagi Anak Putus Sekolah

Bagikan :
X

 


Vokaloka, Cimahi – Ridwan (17), remaja putus sekolah asal Kelurahan Utama, bersama dua adiknya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Sentra Abiyoso, Ridwan mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket A yang setara sekolah dasar (SD), Cimahi, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan itu dibuka Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono secara virtual. Mereka kembali belajar lewat jalur pendidikan kesetaraan setelah sekian lama berhenti sekolah, dan tawaran itu datang dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang mendatangi rumah mereka.

Ridwan sempat mengira jalannya kembali ke sekolah sudah tertutup. Ia pernah mengikuti pendidikan kesetaraan di sebuah PKBM di kampungnya. Setelah semua rampung, ijazahnya tak pernah diberikan, dan gurunya pun ikut menghilang. Ia berhenti dan tak tahu harus ke mana lagi.

Jalan menuju SKB tidak langsung mulus. Seorang kerabat pernah menawarinya masuk SKB, tetapi ia menolak. Alasannya sederhana: ia belum punya teman di sana. “Nanti aja, Pak,” begitu kira-kira jawabnya waktu itu. Belakangan ia berubah pikiran. “Sangat bahagia, senang,” katanya saat ditanya perasaannya bisa kembali bersekolah.

Soal masa depan, Ridwan tak berbelit. Ia ingin menjadi tentara dan membahagiakan orang tuanya. “Harapannya senang terus, bisa jadi cita-cita,” ujarnya.
Di balik semangat Ridwan ada ibunya, Asri Nova. Ia tak hanya mengantar Ridwan. Dua adik Ridwan, Riki Adhikara (14) dan Muhammad Abdul Rahman yang hampir berusia 7 tahun, juga ikut belajar di Paket A. Tiga anaknya kini bersekolah di tempat yang sama.

Asri Nova mengenal SKB dari pendamping PKH. Petugas itu datang ke rumah, bertanya apakah anak-anaknya benar tidak sekolah, lalu menawarkan mereka belajar di sentra. “Kebetulan anaknya mau, semangat,” kata Asri Nova.

Sebelumnya, anak-anaknya sempat rajin belajar bersama seorang pengajar di kelurahan. Setelah pengajar itu pindah, kegiatan belajar terhenti. Mereka sesekali ikut belajar seminggu sekali di pasar, tetapi tak bertahan lama. Karena itu tawaran SKB dianggapnya datang pada waktu yang tepat. “Ini kesempatan emas buat anak-anak untuk menggapai mimpi,” ujarnya.

Ibu delapan anak laki-laki ini tak muluk-muluk soal harapan. Ia ingin anak-anaknya menjadi anak yang pintar dan cita-citanya tercapai. Baginya, akses pendidikan adalah hal yang sangat penting. Ia juga menitipkan terima kasih kepada Menteri Sosial karena program ini menyentuh anak-anak yang putus sekolah.

Dalam sambutannya, Wamensos Agus Jabo menyebut masih ada sekitar 4,1 juta anak di Indonesia yang belum bersekolah, menurut data BPS. SKB hadir untuk membantu mereka kembali belajar. “Tugas kita membantu mewujudkan impian anak-anak. Setelah didampingi, mereka bisa membanggakan dan mengangkat derajat orang tuanya,” katanya. Bagi Ridwan dan adik-adiknya, harapan itu kini mulai berjalan.

Reporter : Muhammad Aqila Diaurrahman


Tidak ada komentar

Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka