SMK Bakti Nusantara 666 Gelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai Tolak Ukur Masuk Perguruan Tinggi

Bagikan :
X

Vokaloka, Bandung- SMK Bakti Nusantara 666 melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada hari Rabu (5/11/2025) hingga Kamis (6/11/2025) sebagai bagian penting dari upaya sekolah mengukur kompetensi akademik siswa. TKA ini dilaksanakan dalam beberapa sesi, dengan fokus utama menjadi tolak ukur bagi siswa yang berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Berdasarkan keterangan dari Bapak Gilang, salah seorang guru di SMK Bakti Nusantara 666, TKA memiliki dua tujuan krusial, yaitu mengukur kemampuan akademik siswa dan menilai kualitas pembelajaran di sekolah.

"Yang pertama, yang saya tahu itu untuk mengukur kemampuan akademik siswa. Otomatis, bisa juga terukur kualitas pembelajaran, kualitas sekolahnya juga," ungkap Gilang, seorang guru.

Beliau juga menambahkan bahwa meskipun memiliki fungsi yang hampir serupa dengan Ujian Nasional (UN) di masa lalu, TKA yang dilaksanakan saat ini sudah tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa, melainkan berfokus pada kelanjutan pendidikan. Selain itu, tes ini juga dikabarkan menjadi salah satu syarat penting untuk mendaftar ke perguruan tinggi.

Pelaksanaan TKA ini disambut dengan berbagai harapan oleh para siswa, salah satunya adalah Naswa Puja Ira Aswana, siswi kelas 12 Akuntansi. Menurut Naswa, TKA sangat identik dengan tes masuk perguruan tinggi, khususnya melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi).

Meskipun demikian, ia melihat adanya nilai "50-50" atau "fifty-fifty" terkait urgensi TKA bagi siswa SMK. Ia mengakui pentingnya tes untuk mengukur kemampuan secara objektif, namun juga merasakan adanya ketidaksesuaian antara materi yang diujikan dengan kurikulum kejuruan di sekolah.

"Kalau sesuai sama pelajaran di sekolah itu enggak ya, karena emang ini kan SMK. Bahkan di sini lebih banyak ke fokusannya sama, apa namanya? Kejuruan," ujar Naswa.

Ia menjelaskan bahwa fokus SMK pada kejuruan membuat materi-materi umum, seperti Matematika, terasa kurang mendalam, bahkan ada beberapa materi yang diulang dan tidak sempat tersampaikan seluruhnya.

Bapak Gilang menyatakan harapannya agar para siswa dapat menyelesaikan tes dengan baik dan diterima di perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi negeri. Beliau melihat bahwa sebagian besar siswa yang mengikuti TKA memiliki tujuan untuk melanjutkan ke jenjang tersebut.

Sementara itu, Naswa memiliki ambisi pribadi untuk langsung bekerja setelah lulus, namun keinginan orang tua menjadi dorongan kuat baginya untuk melanjutkan pendidikan. Jika hasilnya memungkinkan, ia berencana kuliah di Unpad atau UPI.

"Kalau pribadi sih enggak ya, pengennya kerja aja, cuman kemauan orang tua yang kayak kuliah karena mungkin orang tua pengen yang terbaik juga kan," jelas Naswa.

Naswa berharap bahwa hasil dari TKA tidak mengecewakan, baik bagi dirinya maupun bagi orang tua. Pihak sekolah sendiri telah melakukan try out sebanyak empat kali sebagai persiapan bagi para siswa sebelum pelaksanaan TKA yang sesungguhnya.

Reporter: Nurul A'ini/ KPI 5 B

1 komentar

KILL mengatakan...

Semangat buat para siswa SMK Bakti Nusantara 666 💪 Apa pun hasilnya, ini pengalaman penting buat masa depan kalian!

Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka