Saparua Bandung: Sore yang Selalu Punya Pengunjung Setianya

Bagikan :
X

Sore hari di Saparua selalu ramai. Begitu matahari mulai turun, orang-orang berdatangan untuk olahraga, duduk santai, atau sekadar lewat sambil menikmati udara yang mulai dingin. Tidak ada suasana yang dibuat-buat, semuanya mengalir apa adanya.

Di jalur pedestrian, ada yang berjalan cepat sambil mendengarkan musik, ada yang jogging tipis-tipis, dan ada juga yang hanya duduk mengistirahatkan kaki. Pepohonan besar membuat area ini tetap adem meski Bandung sedang panas.

Di dekat lapangan basket, suara bola memantul terdengar hampir tanpa jeda. Beberapa pemain terlihat sudah saling kenal, lainya datang bergantian menunggu giliran. Di sisi rumput, anak muda duduk melingkar sambil ngobrol, beberapa memotret langit sore yang warnanya cepat berubah.

Deretan pedagang ikut memberi warna. Ada gorengan, minuman dingin, es buah, dan cilok yang antreannya hampir tidak pernah kosong. Beberapa orang mampir sebentar, beli minuman lalu lanjut jalan.

Anggi, yang merupkan seorang mahasiswi UNPAS, terlihat sedang duduk sendirian sambil menikmati es teh.

"Saya sering ke sini kalau capek di kampus. Duduk sebentar juga udah cukup, yang penting lihat suasananya," katanya. Ia mengaku tidak selalu berolahraga di Saparua, kadang hanya lewat dan berhenti karena suasananya enak.

"Kalau di rumah suka susah fokus. Jadi sebelum pulang, saya ke sini dulu biar kepalanya nggak penuh-penuh banget," tambahnya sambil tertawa kecil.

Ketika langit mulai gelap, orang-orang perlahan bubar. Beberapa masih menyelesaikan putaran terakhir, sebagian lainnya memilih duduk sebentar sebelum pulang. Tidak banyak momen spesial, tapi justru itu yang membuat Saparua terasa akrab, tempat singgah sederhana yang dipakai banyak orang untuk berhenti sebentar dari rutinitas.

Reporter: Muhammad Azril Hafizurrahman

Tidak ada komentar

Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka