"Bubur DPR": Gurih Hangat Warisan Nenek Moyang di Bawah Rindang Cihapit yang Mengubah Antrean Jadi Ritual Pagi

Bagikan :
X

"Bubur DPR": Gurih Hangat Warisan Nenek Moyang di Bawah Rindang Cihapit yang Mengubah Antrean Jadi Ritual Pagi


Bandung, 14 Desember 2025 – Pagi di Jalan Cihapit selalu dimulai dengan deretan manusia mengular di bawah pohon rindang yang teduh, bukan karena birokrasi atau kemacetan, melainkan demi semangkuk bubur panas dari gerobak sederhana bernama "Bubur DPR"—Di Bawah Pohon Rindang. Udara sejuk pagi Kota Kembang beradu dengan aroma kaldu ayam yang menggoda, mengubah antrean panjang menjadi ritual hangat yang dicinta pelanggan setia. Di tengah hiruk-pikuk jalan raya, spot ini menawarkan kedamaian sarapan ala Kanton yang creamy lembut seperti sutra, kaya rasa kaldu murni direbus lama dengan rempah, ditaburi topping premium: telur pitan hitam pekat, ayam rebus gurih, cakwe renyah, dan cipratan minyak wijen harum.

Bapak Heri, pemilik generasi kedua, mengelola dapur dengan telaten sambil asap mengepul dari panci bubur. Menurutnya, kunci popularitas terletak pada proses masak yang tak pernah dipotong waktu: kaldu ayam segar direbus berjam-jam, topping selalu baru setiap hari agar pelanggan pintar merasakan kualitasnya. Mereka rela datang subuh dan antre 20-30 menit. Racikan dilakukan langsung di tempat oleh juru masak handal gerakan lincah mereka menabur topping jadi atraksi alami memastikan setiap mangkuk sempurna sebelum ludes terjual jam 10 pagi.

Pengunjung setia pun tak henti memuji. "Antrean panjang tapi suapan pertama hilangkan capek semua, gurihnya mantap dan suasana di bawah pohon ini bikin nagih," ujar salah satu pelanggan tetap sambil menikmati bubur hangatnya. Kisah Bubur DPR ini bukti bahwa warung tradisional gigih mempertahankan rasa autentik dan atmosfer sederhana justru menang melawan kafe modern. 

Reporter : Syifa Nur Fauziah (KPI/5B)

1 komentar

Fa mengatakan...

interested maybe i can try this one .. Bubur DPR it's a uniq name

Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka