Menu makan ayam bagi banyak orang bukan sekadar lauk sehari-hari. Rasanya yang gurih, aromanya yang menggoda saat digoreng atau dibakar, dan teksturnya yang renyah di luar tapi tetap lembut di dalam, serta kemampuannya untuk dipadu dengan beragam bumbu membuat ayam selalu jadi menu makan favorit. Setiap sajiannya punya caranya sendiri untuk memikat lidah, bahkan di tengah kesibukan sehari-hari.
Di Kampus 1 UIN Bandung, hal itu bisa terlihat jelas pada warung makan Ayam Celup The Crunchy yang selalu ramai diburu mahasiswa. Lokasi tepatnya ada di dalam area kantin DPR. Harga Rp10.000, pengunjung sudah bisa mendapatkan ayam lengkap dengan nasi, sementara Rp8.000 cukup untuk membeli ayamnya saja. Tak heran jika banyak mahasiswa yang datang silih berganti, baik untuk makan siang, mengganjal perut di sela jadwal kuliah, maupun sekadar jajan bersama teman.
Konsep penjualannya dibuat sederhana dan praktis karena Ayam Celup The Crunchy hanya melayani pembelian secara take away. Salah satu keistimewaan warung ini adalah variasi bumbu celupnya yang beragam mulai dari original, asam manis, saus pedas, saus mentai, BBQ, keju, hingga sambal matah ijo dan merah, ditambah versi ayam bakar penyet bagi yang ingin sensasi berbeda. Setelah memilih bumbu, pengunjung tinggal menunggu ayam dicelupkan ke saus pilihan.
Saat saya mencoba, pilihan pertama jatuh pada Ayam Celup rasa asam manis. Sekali gigitan, manis lembut berpadu dengan asam segar meledak di mulut. Renyah di luar, lembut di dalam, dan saus yang meresap hingga ke serat daging membuat setiap suapan terasa kaya rasa. Kilau merah-oranye sausnya tampak menggoda, seolah mengundang untuk dicicipi lagi dan lagi.
Sementara itu, Sambal Matah Ijo menawarkan sensasi berbeda. Warnanya hijau segar dan aroma bawang, serai, serta cabai mentah yang khas menambah kesegaran rasa. Saat dicicipi, ada sedikit pahit yang kontras dengan kerenyahan ayam, namun tetap membuat gigitan berikutnya memikat lidah. Tekstur crunchy yang terjaga di setiap potong menambah kesenangan saat menyantapnya.
Meski hanya disajikan untuk dibawa pulang, rasa yang ditawarkan tetap mampu meninggalkan kesan, membuktikan bahwa sajian sederhana dengan harga terjangkau tetap bisa memuaskan lidah. Jika Anda sedang melintas di area kampus, mampir sejenak untuk mencicipinya bisa menjadi pilihan yang menarik.
Reporter: Aulia Evawani Larissa, Komunikasi Penyiaran Islam/5B, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Di Kampus 1 UIN Bandung, hal itu bisa terlihat jelas pada warung makan Ayam Celup The Crunchy yang selalu ramai diburu mahasiswa. Lokasi tepatnya ada di dalam area kantin DPR. Harga Rp10.000, pengunjung sudah bisa mendapatkan ayam lengkap dengan nasi, sementara Rp8.000 cukup untuk membeli ayamnya saja. Tak heran jika banyak mahasiswa yang datang silih berganti, baik untuk makan siang, mengganjal perut di sela jadwal kuliah, maupun sekadar jajan bersama teman.
Konsep penjualannya dibuat sederhana dan praktis karena Ayam Celup The Crunchy hanya melayani pembelian secara take away. Salah satu keistimewaan warung ini adalah variasi bumbu celupnya yang beragam mulai dari original, asam manis, saus pedas, saus mentai, BBQ, keju, hingga sambal matah ijo dan merah, ditambah versi ayam bakar penyet bagi yang ingin sensasi berbeda. Setelah memilih bumbu, pengunjung tinggal menunggu ayam dicelupkan ke saus pilihan.
Saat saya mencoba, pilihan pertama jatuh pada Ayam Celup rasa asam manis. Sekali gigitan, manis lembut berpadu dengan asam segar meledak di mulut. Renyah di luar, lembut di dalam, dan saus yang meresap hingga ke serat daging membuat setiap suapan terasa kaya rasa. Kilau merah-oranye sausnya tampak menggoda, seolah mengundang untuk dicicipi lagi dan lagi.
Sementara itu, Sambal Matah Ijo menawarkan sensasi berbeda. Warnanya hijau segar dan aroma bawang, serai, serta cabai mentah yang khas menambah kesegaran rasa. Saat dicicipi, ada sedikit pahit yang kontras dengan kerenyahan ayam, namun tetap membuat gigitan berikutnya memikat lidah. Tekstur crunchy yang terjaga di setiap potong menambah kesenangan saat menyantapnya.
Meski hanya disajikan untuk dibawa pulang, rasa yang ditawarkan tetap mampu meninggalkan kesan, membuktikan bahwa sajian sederhana dengan harga terjangkau tetap bisa memuaskan lidah. Jika Anda sedang melintas di area kampus, mampir sejenak untuk mencicipinya bisa menjadi pilihan yang menarik.
Reporter: Aulia Evawani Larissa, Komunikasi Penyiaran Islam/5B, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
3 komentar
wah menarik jadi pengen nyobain jugaa
Pernah kesana dan emang worth it banget guys!
ini yang banyak varian itu bukan sii celupannya
Posting Komentar