Keluhan Pengunjung atas Parkir dan Kehilangan Motor di Now Playing Fest


Saya datang ke Now Playing Fest di Tritan Point, Bandung, pada 30 November 2025 dengan perasaan senang. Seperti kebanyakan orang, saya tidak hanya datang untuk menonton musisi favorit, tetapi juga berharap pulang dengan perasaan puas. Tapi malam itu, justru meninggalkan rasa kecewa yang sulit saya abaikan.

Setibanya di lokasi, saya langsung diarahkan ke area parkir dan diminta membayar Rp10.000 untuk motor dan Rp25.000 untuk mobil. Saya sempat berpikir wajar, karena ini acara besar. Dengan membayar di awal, saya berharap ada pengelolaan parkir yang rapi dan keamanan yang terjamin selama konser berlangsung.

Namun, semua itu berubah saat acara usai dan saya mencoba pulang. Area parkir terlihat sangat berantakan. Motor dan mobil parkir tidak beraturan, saling menghalangi. Tidak ada jalur yang jelas. Saya kesulitan mencari kendaraan saya sendiri, apalagi untuk bisa keluar dari area tersebut. Hujan deras malam itu memperparah keadaan. Beberapa titik tergenang air, sepatu basah, suasana semakin kacau.

Yang paling membuat kecewa, tidak satu pun petugas parkir terlihat. Tidak ada yang mengatur, tidak ada yang membantu, tidak ada pula yang bisa dimintai tanggung jawab. Semua pengunjung tampak sama bingungnya. Saling bertanya, saling menggerutu, dan mencoba mengatur sendiri kendaraan yang saling mengunci.

Di tengah keresahan itu, saya sempat mendengar teriakan seorang pengunjung yang mewakili banyak perasaan malam itu,

"Ini tukang parkir ke mana sih? Di awal disuruh bayar mahal, sekarang malah ditinggal tanpa pengaturan. Mana hujan deras, parkiran kacau."

Kepanikan berubah menjadi ketakutan ketika beredar kabar bahwa ada sekitar delapan sepeda motor hilang malam itu. Para pemiliknya kebingungan harus melapor ke siapa. Tidak ada pos informasi, tidak ada panitia yang berjaga, tidak ada petugas keamanan yang bisa dimintai penjelasan. Rasanya seperti ditinggalkan begitu saja.

Saya menulis ini bukan untuk menyalahkan siapa pun secara membuta. Tapi sebagai pengunjung, rasanya sangat tidak adil ketika sudah membayar, lalu dibiarkan menghadapi kekacauan sendiri. Parkir bukan sekadar tempat menitipkan kendaraan, tetapi soal rasa aman.

Saya berharap pihak penyelenggara Now Playing Fest dan pengelola Tritan Point di Bandung tidak menutup mata atas kejadian ini. Masalah ini perlu dievaluasi dengan serius agar ke depan tidak ada lagi penonton yang pulang dengan rasa kecewa, apalagi kehilangan kendaraan.

Datang untuk mencari hiburan, pulang dengan rasa cemas dan kecewa pengalaman seperti ini seharusnya tidak menjadi bagian dari sebuah festival musik.

Saninatun Nazwa Slamet 

Jl. AH Nasution 304, Cibiru, Bandung

(Ditulis sebagai bentuk kepedulian terhadap kenyamanan dan keamanan pengunjung festival musik.)

1 komentar

hobbymakan mengatakan...

emang kadang kesel sama tukang parkir kita bayar mahal dan dia ga bantu apa-apa bahkan banyak banget pungli huhu kudu ditindak tegas dan butuh yang jujur :(

© all rights reserved
made with by templateszoo