Bandung — Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung menggelar kegiatan Monitoring Program KIP Kuliah Kemenag 2026 dan Literasi Inklusi Keuangan Syariah di Anwar Musaddad Auditorium of UIN SGD Bandung, Kamis (24/9/2026). Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti mahasiswa penerima KIP Kuliah.
Kegiatan tersebut merupakan pembinaan dan sosialisasi bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah dengan fokus pada pemahaman mengenai literasi keuangan dan layanan digital. Berdasarkan informasi dalam kegiatan, penyelenggaraan melibatkan pihak kemahasiswaan UIN SGD Bandung bersama Bank Syariah Indonesia (BSI).
Sejumlah pihak turut hadir dan menjadi bagian dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UIN SGD Bandung Prof. Dr. Husnul Qodim, S.Ag., M.A., CRCE, Rektor UIN Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman, serta perwakilan Kementerian Agama RI dan BSI. Banner kegiatan juga mencantumkan Nasori dari Funding & Transaction Business Deputy PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk dan Harsaid Yusuf Bakhtiar dari VP Personal & Retail Institution PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk sebagai pemateri/pihak yang terlibat dalam kegiatan.
Menurut Sasa Amalia, mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah semester 5, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan dan investasi. Ia mengatakan mahasiswa diperkenalkan dengan produk tabungan serta investasi, khususnya investasi emas.
“Tujuannya ialah karena masih banyak mahasiswa yang belum mengenai manajemen keuangan. Jadi, disosialisasikan karena ini juga ada tabungan baru dan juga mengenalkan bagaimana caranya berinvestasi khususnya di investasi emas,” ujar Sasa.
Materi kegiatan juga melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BSI. Menurut Sasa, materi yang diberikan berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan investasi. Sementara itu, Hadian Fadhilah Akbar, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan
Komunikasi sekaligus penerima KIP Kuliah, mengatakan dirinya memperoleh informasi mengenai beberapa pilihan investasi dalam kegiatan tersebut, seperti emas dan reksa dana.
“Mereka juga memberitahu kepada kita bahwa salah satu cabang investasi itu ada di emas yang mereka sediakan. Ada juga reksa dana dan lain-lainnya,” ujar Hadian.
Hadian menilai pemberian edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan investasi dapat membantu mahasiswa, terutama bagi mereka yang belum mengetahui cara menabung maupun investasi. Menurutnya, kegiatan secara langsung juga dapat memberikan wawasan yang belum tentu diperoleh semua mahasiswa melalui informasi di internet.
“Dengan adanya kegiatan ini banyak orang-orang yang mulai mengetahui, mulai membuka insight mereka seberapa pentingnya untuk menabung, investasi dan saham dan lain-lainnya,” kata Hadian.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa penerima KIP Kuliah mengenai pengelolaan keuangan serta pemanfaatan layanan dan produk keuangan syariah secara lebih bijak
Reporter: Afnia Rahmah Al Ghina/KPI 5B
Tidak ada komentar
Posting Komentar