BANDUNG — Kegiatan
pernikahan massal di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung pada Rabu
(23/9/2026) menjadi kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM) untuk memasarkan produk mereka. Asih, salah satu pelaku UMKM yang
menawarkan produk Padi Kapas Putih asal Indramayu, mengaku memperoleh pemasukan
yang cukup baik selama kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah, pemasukan
lumayanlah. Belum ini, tapi udah mau habis sebagian,” ujar Asih saat
diwawancarai di lokasi kegiatan.
Pernyataan tersebut menggambarkan
respons positif Asih terhadap aktivitas penjualan pada hari itu. Menurut
keterangannya, sebagian produknya sudah hampir habis meskipun kegiatan masih
berlangsung. Namun, ia tidak menyebutkan jumlah produk yang terjual maupun
besaran pemasukan yang diperoleh.
Dalam kegiatan tersebut, Asih
memperkenalkan Padi Kapas Putih, produk pangan asal Indramayu yang dikemas
dalam ukuran 500 gram. Berdasarkan label pada kemasannya, produk itu
mencantumkan keterangan “Langsung Goreng”, sehingga konsumen dapat mengetahui
cara pengolahan yang ditawarkan.
Asih menjelaskan bahwa informasi
mengenai bazar awalnya ia peroleh melalui komunikasi dari mulut ke mulut.
Informasi awal tersebut kemudian diikuti dengan pemberitahuan atau konfirmasi
untuk memastikan keikutsertaan pelaku UMKM dalam kegiatan.
Selain membahas penjualan, Asih juga
menyampaikan harapannya agar kegiatan yang melibatkan masyarakat dapat
memberikan ruang bagi UMKM untuk memasarkan produk. Ia menilai bazar dapat
diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan sosial seperti pernikahan massal
maupun khitanan massal.
“Harapannya ya kalau ada momen-momen
mungkin kayak nikah massal atau khitan massal bisa dibarengin sama UMKM kayak
gini, cuman ya mungkin biaya untuk stan-stannya diringankan,” kata Asih.
Menurut Asih, keringanan biaya stan
menjadi salah satu hal yang diharapkan dalam penyelenggaraan kegiatan serupa.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat biaya terkait penyediaan atau penyewaan
stan, khususnya untuk stan yang menggunakan tenda.
Pengalaman Asih menunjukkan dua hal
yang menjadi perhatian pelaku UMKM dalam kegiatan bazar, yakni peluang
memasarkan produk dan biaya untuk mengikuti kegiatan. Ia mengaku memperoleh
pemasukan yang lumayan dan menyebut sebagian produknya hampir habis, sekaligus
berharap biaya stan dapat diringankan pada kegiatan berikutnya.
Reporter:
Much Fiqri Ahnaf/KPI 5B

Tidak ada komentar
Posting Komentar