Bandung, Vokaloka – Sore hari di kawasan perbatasan Melong dan Margaasih kerap menjadi ujian kesabaran bagi para pengguna jalan. Setiap kali perganting shift kerja petang di PT Kahatex, ribuan kendaraan melumpuhkan Jalan Raya Mahar Martanegara dan sekitarnya. Kemacetan ini bukan lagi sekadar hambatan lalu lintas sesaat, melainkan fenomena struktural berulang yang terus menggerus produktivitas dan kenyamanan warga setempat.
Kemacetan di koridor industri Cimahi Selatan – Margaasih ini sebenarnya sudah terjadi bertahun-tahun. Penumpukan kendaraan mencapai puncaknya antara pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Titik temu antara arus buruh pabrik yang keluar bersamaan, kendaraan logistik pabrik, hingga warga lokal yang pulang kerja menciptakan bottleneck atau penyempitan arus lalu lintas yang sulit diurai.
Jika ditelaah lebih dalam, kemacetan di kawasan kahatex tidak hanya dipicu oleh tingginya volume kendaraan dalam satu waktu. Ada beberapa faktor saling silang yang menambah keparahan kondisi di lapangan:
1. Kapasitas jalan yang terbatas
Lebar jalan utama di kawasan Melong dan Margaasih tidak pernah mengalami perluasan yang signifikan, sementara jumlah kendaraan bermotor terus meningkat setiap tahunnya.
2. Aktivitas pendukung bahu jalan
Mulai dari angkutan umum, parkir liar, pedagang kaki lima, hingga keluar-masuk nya kendaraan warga sekitar pabrik menghiasi bahu jalan.
3. Manajemen arus lalu lintas
Tidak adanya lampu lalu lintas di sekitar pabrik membuat arus lalu lintas menjadi berantakan.
Bagi warga lokal Margaasih dan sekitarnya, dampak dari kemacetan rutin ini meluas ke ranah ekonomi dan kualitas hidup. Waktu tempuh perjalanan yang membengkak hingga dua atau tiga kali lipat membuat pemborosan bahan bakar tak terelakan. Selain kerugian finansial, tingkat stres warga dan resiko kecelakaan lalu lintas di tengah kepadatan kendaraan juga menjadi beban tak kasat mata yang harus ditanggung setiap hari.
Masalah kemacetan ini membutuhkan solusi holistik, bukan sekadar penangan parsial seperti rekayasa lalu lintas sementara. Tanpa adanya evaluasi manajemen transportasi kawasan industri, penataan bahu jalan, serta koordinasi lintas wilayah antara Pemerintah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung, titik kemacetan ini akan tetap menjadi beban rutin yang mengular setiap sore bagi warga Margaasih.
Tidak ada komentar
Posting Komentar