BANDUNG — Balai Perlindungan Perkebunan melaksanakan praktik pembuatan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) yang ditambahkan yeast extract di Laboratorium Metabolit Sekunder pada Jumat (9/10/2026). Media tersebut digunakan untuk mendukung perbanyakan jamur Beauveria bassiana yang dimanfaatkan dalam pengendalian hama secara biologis.
Petugas Laboratorium Metabolit Sekunder, Ida, menjelaskan bahwa media SDA dan Potato Dextrose Agar (PDA) memiliki perbedaan dalam penggunaannya. Media PDA umumnya digunakan untuk perbanyakan jamur Trichoderma, Metarhizium, dan Paecilomyces. Sementara itu, media SDA yang ditambahkan yeast extract digunakan untuk perbanyakan jamur Beauveria bassiana.
Menurut Ida, penambahan yeast extract bertujuan memperkaya kandungan nutrisi dalam media sehingga dapat mendukung proses sporulasi atau pembentukan spora jamur Beauveria bassiana. Komposisi bahan juga disesuaikan berdasarkan pengalaman penggunaan di laboratorium agar media yang dihasilkan memiliki kepadatan yang sesuai.
Dalam praktik tersebut, pembuatan media sebanyak 500 mililiter membutuhkan 36 gram SDA dan 1 gram yeast extract. Takaran ini merupakan setengah dari komposisi yang digunakan untuk satu liter media, yaitu 72 gram SDA dan 2 gram yeast extract.
Sebelum dicampurkan, kedua bahan ditimbang sesuai dengan takaran yang telah ditentukan. Proses penimbangan dilakukan secara bertahap untuk mendapatkan jumlah bahan yang sesuai dengan kebutuhan pembuatan media.
Setelah penimbangan selesai, akuades ditambahkan hingga volume larutan mencapai sekitar 500 mililiter. Campuran tersebut kemudian diaduk agar bahan-bahan tercampur sebelum memasuki tahap pemanasan.
Pemanasan larutan dilakukan menggunakan metode double boiling. Dalam metode ini, wadah berisi larutan media ditempatkan di dalam panci yang berisi air mendidih. Cara tersebut digunakan dalam proses pelarutan media sebelum tahapan berikutnya.
Ida menjelaskan bahwa pemanasan dilakukan selama kurang lebih 25 menit setelah air di dalam panci mendidih. Selama proses berlangsung, larutan sesekali diaduk untuk membantu melarutkan bahan yang masih menggumpal.
Penggunaan waktu sebagai acuan pemanasan dilakukan karena tingkat kekentalan larutan dapat dinilai berbeda-beda oleh setiap orang. Oleh karena itu, durasi sekitar 25 menit setelah air mendidih digunakan sebagai patokan dalam praktik pembuatan media tersebut.
Melalui praktik ini, Balai Perlindungan Perkebunan menyiapkan media SDA yang ditambahkan yeast extract untuk mendukung perbanyakan jamur Beauveria bassiana. Ketepatan komposisi bahan dan proses pemanasan menjadi bagian penting dalam persiapan media yang digunakan di laboratorium.
Reporter: Rizkya Putri/ KPI 5B

Tidak ada komentar
Posting Komentar