Lewat Program Pengajian yang Interaktif, Mahasiswa KKN Tirta Merta UIN Bandung Tumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak-anak RW 17 Desa Tenjolaya

0
Bagikan :
X
image.png

Vokaloka, Bandung – Pengajian khusus anak-anak kembali digelar melalui program Gerakan Mengajar Ngaji yang diinisiasi mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung Kelompok 2 Tirta Merta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) di Masjid Jami Al-Furqon, RW 17, Desa Tenjolaya. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak RW 17 jenjang SD hingga SMP.

Program tersebut dilaksanakan setiap Senin, Rabu, dan Jumat sebagai upaya menghadirkan kegiatan pengajian yang interaktif khusus bagi anak-anak di lingkungan RW 17. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Ketua DKM Masjid Jami Al-Furqon, Muchsin, dan Ketua RW 17, Ahmad Shirojudin.

Kegiatan diawali dengan doa bersama. Anak-anak kemudian dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan jenjang pendidikan, yaitu kelas 1–3 SD, kelas 4–6 SD, dan SMP. Pembagian tersebut dilakukan agar materi yang disampaikan dapat disesuaikan dengan tingkat pemahaman masing-masing kelompok.

Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, storytelling, sesi tanya jawab, dan kuis. Materi keagamaan disisipkan dalam cerita agar pembelajaran lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Kuis juga diberikan untuk mendorong anak-anak lebih aktif berpartisipasi, dengan hadiah sebagai bentuk apresiasi bagi mereka yang berani menjawab.

Salah satu peserta, Salwa, mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa KKN. Menurutnya, kuis yang diberikan saat mengaji membuat dirinya lebih percaya diri untuk menjawab pertanyaan, termasuk ketika berada di sekolah.

“Seneng ada kakak-kakak KKN, apalagi ada kuis pas ngaji jadi percaya diri di sekolah juga, yang awalnya takut kalau mau jawab,” ujarnya.

Ketua DKM Masjid Jami Al-Furqon, Muchsin, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN membuat kegiatan pengajian anak-anak kembali berjalan di masjid.

“Alhamdulillah, dengan adanya mahasiswa KKN bisa ada pengajian lagi untuk anak-anak. Terima kasih, semoga menjadi ladang pahala,” ungkapnya.

Ketua RW 17, Ahmad Shirojudin, turut mengapresiasi kegiatan yang diadakan mahasiswa KKN bagi anak-anak di wilayahnya.

“Alhamdulillah, terima kasih adik-adik KKN. Semoga berkah dan bermanfaat,” ujarnya.

Ketua Kelompok KKN Tirta Merta, Rahadian Sya Awwal, menjelaskan bahwa program tersebut digelar berdasarkan kondisi yang ditemukan mahasiswa selama menjalankan KKN di RW 17. Menurutnya, anak-anak perlu memiliki akses pembelajaran agama yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka.

“Kami melihat di sini untuk akses belajar ilmu agama cukup jauh, harus ke RW tetangga. Oleh karena itu, program Gerakan Mengajar Ngaji menjadi proker pendukung yang penting untuk direalisasikan untuk memberikan dan menguatkan pemahaman agama adik-adik di sini,” jelasnya.

Menurut Rahadian, penggunaan metode interaktif menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Kuis dan sesi tanya jawab digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong anak-anak agar lebih berani bertanya dan menjawab.

Setelah seluruh rangkaian pembelajaran dan kuis selesai, kegiatan ditutup dengan doa kafaratul majelis dan melaksanakan salat Isya berjamaah di Masjid Jami Al-Furqon.

Melalui Gerakan Mengajar Ngaji, mahasiswa KKN Tirta Merta UIN Bandung berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman agama anak-anak RW 17, tetapi juga membantu mereka menjadi lebih berani bertanya, menjawab, dan menyampaikan pendapat dalam proses pembelajaran.

Reporter: Tantia Nurwina, Mahasiswi KKN Tirta Merta, UIN Bandung.

Tidak ada komentar

Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka