Surat Pembaca: Trotoar Bandung Rusak, Pelari Terpaksa Lari di Jalan Raya

Bagikan :
X

Saya ingin menyampaikan keluhan terkait kondisi trotoar di Kota Bandung yang semakin hari semakin memprihatinkan. Banyak titik trotoar yang rusak, tidak rata, berlubang, bahkan dipenuhi pedagang, parkir liar, hingga material yang dibiarkan begitu saja. Situasi ini bukan hanya mengganggu pejalan kaki, tetapi juga para pelari Bandung yang rutin berolahraga di pagi atau sore hari.

Sebagai warga yang sering berlari di beberapa titik seperti kawasan Dago, Jalan Aceh, Jalan Saparua, dan Jalan Ambon, saya melihat langsung bagaimana pelari terpaksa turun ke badan jalan karena trotoar tidak dapat digunakan. Kondisinya terlalu sempit, retak, atau rusak sehingga tidak aman untuk berlari. Alhasil, banyak pelari harus berbagi ruang dengan kendaraan bermotor, yang tentunya sangat berisiko.

Saya sendiri sudah beberapa kali menyaksikan pelari hampir terserempet motor karena jalur lari terpotong atau trotoar yang semestinya menjadi ruang aman malah tidak layak digunakan. Beberapa teman pelari pun menceritakan pengalaman serupa, ada yang hampir ditabrak, ada yang terpeleset akibat trotoar ambles, bahkan ada yang terpaksa menghentikan lari karena kondisi jalur terlalu berbahaya.

Melihat semakin banyak warga Bandung yang tertarik pada gaya hidup sehat dan memanfaatkan ruang kota untuk berlari, seharusnya fasilitas umum seperti trotoar dapat mendukung aktivitas tersebut. Trotoar yang rapi, rata, dan bebas hambatan bukan hanya kebutuhan pejalan kaki, tetapi juga elemen penting dari kota yang sehat dan ramah olahraga.

Melalui surat pembaca ini, saya berharap pemerintah Kota Bandung dan dinas terkait dapat memberikan perhatian serius pada perbaikan trotoar, khususnya di kawasan yang sering digunakan warga untuk berlari. Selain demi kenyamanan, hal ini juga berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan yang setiap hari bertumpuk di area tersebut.

Semoga kondisi ini dapat segera diperbaiki agar Bandung menjadi kota yang lebih aman, sehat, dan ramah bagi para pejalan kaki serta pelari.


Salam, Najla Fayrus

Tidak ada komentar

Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka