Pembelajaran Digital: Kunci Inklusifitas Literasi Anak Usia Dini di Indonesia

Bagikan :
X

Saya membaca berita "Pembelajaran Digital Bantu Naikkan Literasi" (Pikiran Rakyat, 19 November 2025/Rabu, Halaman 8/12) dengan antusiasme tinggi. Riset Sekolah Enuma selama empat tahun bersama The HEAD Foundation menunjukkan pembelajaran digital efektif meningkatkan literasi dan numerik anak usia dini, khususnya literasi bahasa Indonesia hingga 8 poin pada 600 siswa usia 4-7 tahun di 14 sekolah Sumatra Utara, Jawa Barat, dan Jakarta Timur. Data Kemendikdasmen 2025 mencatat 8,2 juta anak PAUD dan 28,3 juta siswa SD tersebar di 240.494 PAUD serta 176.679 sekolah dasar, menjadikan solusi digital krusial untuk daerah terpencil.

Fenomena ini sangat relevan bagi pendidikan anak usia dini di Indonesia, termasuk TPA dan madrasah ibtidaiyah yang sering kekurangan fasilitas. Peneliti Phuah Kit Teng dari TAR UMT Malaysia menegaskan peningkatan signifikan pada literasi, sementara Direktur THF CD Liang yakin ini bisa memperkuat pendidikan dasar hingga tinggi. Di era digital, aplikasi seperti Sekolah Enuma berpotensi menjangkau anak-anak pelosok, mendukung dakwah pendidikan Islam melalui konten interaktif berbasis nilai-nilai agama.

Saya mengusulkan Kementerian Agama dan Kemendikbudristek integrasikan pembelajaran digital ke kurikulum PAUD Islam nasional, bekerja sama dengan BRIN untuk adaptasi lokal. Hal ini akan mengurangi kesenjangan pendidikan dan membangun generasi literat yang berakhlak mulia.

Hormat saya,
Syifa Nur Fauziah
Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Bandung, 13 Desember 2025

 

1 komentar

Fa mengatakan...

Pembelajaran digital sangat membantu meningkatkan literasi anak usia dini agar lebih inklusif dan merata di seluruh Indonesia.

Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka