Vokaloka, Bandung - Di tengah derasnya arus informasi dan gemerlap dunia digital, Yeni Yulianti sosok muda dari Garut ini memilih jalan berbeda. Ketika banyak anak muda sibuk berselancar di dunia maya tanpa arah, ia justru menambatkan hatinya pada dua hal yakni literasi dan keterbukaan informasi publik. Dua dunia yang tampak sederhana, tapi sejatinya menjadi fondasi masyarakat yang cerdas dan kritis.
Sebagai Duta Baca Garut, ia tak sekadar mengajak orang membaca buku, tapi menyalakan kesadaran bahwa membaca adalah gaya hidup. Di tangan dan tutur katanya, literasi terasa menyenangkan, dekat, dan tidak lagi berdebu seperti lembaran perpustakaan yang jarang dijamah.
"Sebagai Duta Baca Garut, saya memiliki keinginan untuk menumbuhkan budaya literasi khususnya dikalangan generasi muda, supaya membaca itu tidak hanya sekedar aktivitas akademik melainkan menjadi kebutuhan dan kebiasaan sehari-hari" ujar Yeni.
Perjalanan literasinya tidak berhenti di situ. Ia melangkah lebih jauh menjadi Duta Keterbukaan Informasi Publik di UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2024. Peran ini menantangnya untuk hidup lebih transparan, kritis, dan bertanggung jawab atas setiap informasi yang disampaikan. Ia belajar bahwa keterbukaan bukan sekadar membagi data, tapi membangun kepercayaan. Dari cara ia berinteraksi, berbagi di media sosial, hingga berdiskusi di forum, semuanya menunjukkan satu hal bahwa informasi adalah hak publik, tapi juga tanggung jawab moral.
"Saya ingin membantu mahasiswa dalam memahami pentingnya informasi yang terbuka, selain itu saya ingin berpartisipasi aktif untuk mensosialisasikan hak informasi publik dan juga mendorong budaya transparansi informasi di lingkungan kampus agar semua orang mengetahui bahwa informasi publik juga merupakan hak dan tanggung jawab moral" ungkapnya.
Di tengah arus informasi yang bergerak cepat dan sering kali kabur antara fakta dan opini, langkahnya menjadi pengingat bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan keberanian untuk bersikap jujur pada kebenaran.
Perjalanan sebagai Duta Keterbukaan Informasi Publik bukanlah garis akhir, melainkan lanjutan dari komitmen panjangnya terhadap pengetahuan dan tanggung jawab sosial yang menjadi gaya hidup dari sosok Yeni Yulianti.
Reporter: Fereel Muhamad Irsyad A, KPI/5A
Sebagai Duta Baca Garut, ia tak sekadar mengajak orang membaca buku, tapi menyalakan kesadaran bahwa membaca adalah gaya hidup. Di tangan dan tutur katanya, literasi terasa menyenangkan, dekat, dan tidak lagi berdebu seperti lembaran perpustakaan yang jarang dijamah.
"Sebagai Duta Baca Garut, saya memiliki keinginan untuk menumbuhkan budaya literasi khususnya dikalangan generasi muda, supaya membaca itu tidak hanya sekedar aktivitas akademik melainkan menjadi kebutuhan dan kebiasaan sehari-hari" ujar Yeni.
Perjalanan literasinya tidak berhenti di situ. Ia melangkah lebih jauh menjadi Duta Keterbukaan Informasi Publik di UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2024. Peran ini menantangnya untuk hidup lebih transparan, kritis, dan bertanggung jawab atas setiap informasi yang disampaikan. Ia belajar bahwa keterbukaan bukan sekadar membagi data, tapi membangun kepercayaan. Dari cara ia berinteraksi, berbagi di media sosial, hingga berdiskusi di forum, semuanya menunjukkan satu hal bahwa informasi adalah hak publik, tapi juga tanggung jawab moral.
"Saya ingin membantu mahasiswa dalam memahami pentingnya informasi yang terbuka, selain itu saya ingin berpartisipasi aktif untuk mensosialisasikan hak informasi publik dan juga mendorong budaya transparansi informasi di lingkungan kampus agar semua orang mengetahui bahwa informasi publik juga merupakan hak dan tanggung jawab moral" ungkapnya.
Di tengah arus informasi yang bergerak cepat dan sering kali kabur antara fakta dan opini, langkahnya menjadi pengingat bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan keberanian untuk bersikap jujur pada kebenaran.
Perjalanan sebagai Duta Keterbukaan Informasi Publik bukanlah garis akhir, melainkan lanjutan dari komitmen panjangnya terhadap pengetahuan dan tanggung jawab sosial yang menjadi gaya hidup dari sosok Yeni Yulianti.
Reporter: Fereel Muhamad Irsyad A, KPI/5A
Tidak ada komentar
Posting Komentar