Jalan Lengkong Kecil Berubah Jadi Surga Jajanan Malam Bandung
Bandung, 14 Desember 2025 – Di bawah gemerlap lampu temaram dan hembusan angin malam yang sejuk, Jalan Lengkong Kecil berubah wajah. Jalan yang dulu sepi kini berdenyut seperti pasar malam modern, dipenuhi aroma pedas seblak, uap panas tteokbokki, dan tawa riuh pengunjung. Lengkong Culinary Night, begitu julukannya, telah menjadi magnet baru bagi pencinta street food di Kota Kembang ini.
Fenomena ini meledak sejak beberapa bulan terakhir, terutama di akhir pekan. Pemerintah Kota Bandung menutup jalan untuk kendaraan mulai sore hari, membuka ruang bagi puluhan tenant kuliner dan ribuan pengunjung. Berbeda dari food court tertutup, Lengkong menawarkan sensasi otentik: makan di pinggir jalan terbuka, ditemani musik ringan dan vibe anak muda yang bebas. "Ini seperti pesta makanan setiap malam, tanpa tiket masuk," kata Andi (28), seorang pekerja kantoran yang rutin mampir usai lembur.
Daya tarik utama Lengkong ada pada keberagaman menunya, campuran warisan lokal dan tren global yang bikin lidah bergoyang. Comfort food Sunda seperti seblak pedas multilevel yang bikin mata berair, cireng rujak gurih-asam, batagor dan siomay premium dengan saus kacang kental, berpadu dengan jajanan viral ala media sosial: tteokbokki kenyal berbalut saus merah pedas dari Korea, rice bowl salted egg chicken yang creamy, black pepper beef yang nendang, plus es krim nitrogen berasap yang Instagrammable. Minuman pun tak kalah segar, dari kopi artisan brew, thai tea manis legit, hingga es campur tradisional yang nostalgia. Sarah (24), mahasiswi asal Jakarta yang datang bersama gengnya, tak henti puji. "Suasana di sini seru banget, Mas. Lengkap semua: tren ada, murah meriah kenyang juga. Belum sah ke Bandung kalau skip Lengkong!" ceritanya sambil menyeruput thai tea.
Harga ramah kantong jadi senjata ampuh: Rp10.000–Rp35.000 per porsi, cocok buat mahasiswa, keluarga, atau wisatawan. Pedagang seperti Bu Rina, penjual seblak legendaris, bilang, "Kami senang, dagangan laris tapi tetap terjangkau. Ini bukan cuma jualan, tapi bagi cerita Bandung." Pemkot Bandung patut diapresiasi dengan parkir memadai di sekitar, tempat sampah strategis, dan kebersihan terjaga membuat malam di sini nyaman. Keramaian mulai pukul 17.00 WIB, puncak jam 19.00, dan tutup hingga 23.00 WIB dan lebih lama di Minggu malam.
Lengkong bukan sekadar makan, tapi pengalaman budaya. Di sini, kreativitas Bandung berpadu: street food jadi cermin gaya hidup kota yang selalu up to date, menyatukan generasi Z dengan keluarga. Saat kabut tipis menyelimuti, Lengkong mengingatkan bahwa kuliner terbaik lahir dari jalanan sederhana, autentik, dan penuh kejutan.
1 komentar
Jalanan yang sangat strategis dan indah di tengah kota bandung ini jadi salah satu tempat favorite para wisatawan
Posting Komentar