Candil Jadi Wajah Baru Literasi Jawa Barat di Era Digitalisasi Perpustakaan

Bagikan :
X

Vokaloka, Bandung - Di tengah hiruk pikuk era digital, sinar Candil tak lagi berasal dari kombinasi tepung ketan, gula merah dan santan, melainkan dari layar gawai. Lewat aplikasi Maca dina Digital Library (Candil), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat berupaya menghidupkan kembali semangat membaca masyarakat yang perlahan meredup.

Di ruang baca yang dulu penuh rak buku dan aroma kertas, kini cahaya layar menggantikan lampu neon. Sejak diluncurkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat, aplikasi Candil menjadi jembatan baru antara masyarakat dan literasi digital. Melalui genggaman tangan, ribuan buku kini bisa diakses tanpa batas ruang dan waktu.

Kepala Dispusipda Jabar, dalam beberapa kesempatan, menyebut Candil sebagai langkah nyata untuk memajukan budaya baca di era serba digital. Aplikasi ini, kata dia, bukan sekadar alat, melainkan simbol perubahan: bahwa literasi tak lagi harus berjarak dengan teknologi.

Menurut data dari laman resmi dan penelitian yang dilakukan pada 2021, jumlah pengguna Candil terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada 2020 tercatat sekitar 22 ribu pengunjung digital, maka pada 2021 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 40 ribu pengguna. Saat ini, koleksi Candil mencapai lebih dari 3.700 judul dengan 16 ribu eksemplar buku digital  mulai dari novel, buku pendidikan, hingga referensi umum.

"Sekarang baca buku itu bisa dimana aja, bahkan sambil naik kereta," ujar Nadia, mahasiswa pengguna layanan candil.

Aplikasi yang dapat diunduh gratis di Play Store dan App Store ini menghadirkan fitur-fitur modern seperti katalog online, rak pinjam digital, rekomendasi bacaan, serta fitur pencarian cepat. Selain itu, pengguna juga bisa mengatur preferensi membaca sesuai minat, sehingga pengalaman literasi terasa lebih personal.

Transformasi ini menjadi angin segar bagi pustakawan. Mereka kini tak hanya menjaga rak dan mencatat peminjaman, tapi juga berperan sebagai "navigator digital" yang membantu masyarakat beradaptasi dengan teknologi baca baru.

"Kami belajar terus supaya bisa bantu pengguna memahami fitur Candil. Literasi bukan cuma soal membaca, tapi juga kemampuan menggunakan teknologi dengan bijak," ujar salah satu pustakawan Dispusipda Jabar.

Namun, di balik sinarnya, Candil masih menghadapi sejumlah tantangan. Akses internet yang belum merata di sebagian wilayah Jawa Barat menjadi kendala bagi beberapa pengguna. Selain itu, beberapa fitur dinilai perlu diperbarui agar lebih interaktif dan menarik bagi generasi muda.

Meski demikian, upaya Dispusipda Jabar ini mendapat apresiasi luas. Bagi sebagian masyarakat, Candil adalah bentuk nyata kehadiran perpustakaan di era digital lebih dekat, fleksibel, dan relevan.

Reporter: Fereel Muhamad Irsyad A, KPI/5A
    

Tidak ada komentar

Iklan Vokaloka
Iklan Vokaloka
Iklan Kiri Vokaloka
Iklan Kanan Vokaloka