Mereka yang tidak merokok sering kali dipaksa menyesuaikan diri menjauh, diam, atau menahan napas. Dalam situasi ini, asap rokok tidak lagi menjadi pilihan pribadi, melainkan masalah bersama.
Merokok kerap dibungkus sebagai hak individu. Namun asapnya tidak pernah bersifat personal. Ketika rokok dibakar di ruang publik, orang lain ikut menghirup dampaknya tanpa pernah diminta persetujuan. Kebebasan satu orang bersinggungan langsung dengan hak orang lain atas udara bersih dan rasa aman.
Di sinilah istilah perokok pasif menjadi relevan. Mereka yang tidak pernah menyalakan rokok tetap harus menanggung risikonya hanya karena berada di ruang yang sama.
Anak-anak, lansia, hingga orang dengan gangguan pernapasan menjadi kelompok paling rentan. Mereka tidak punya pilihan selain menghirup asap yang berbahaya, meski tidak pernah menginginkannya.
Ironisnya, ruang publik masih lebih ramah terhadap perokok. Area bebas asap rokok terbatas, pengawasan longgar, dan teguran sosial nyaris tak terdengar. Yang merasa terganggu memilih diam agar tidak dianggap berlebihan, sementara merokok terus dinormalisasi sebagai kebiasaan yang wajar. Padahal, kenyamanan publik seharusnya menjadi prioritas bersama.
Kampanye bahaya merokok sebenarnya masif. Peringatan kesehatan terpampang jelas di bungkus rokok, iklan layanan masyarakat rutin disiarkan. Namun pengetahuan sering kalah oleh kebiasaan dan minimnya ketegasan kebijakan. Lingkungan sosial yang permisif membuat pesan kesehatan kehilangan daya tekan.
Generasi muda tumbuh di tengah kontradiksi ini. Hidup sehat digaungkan, tetapi rokok hadir sebagai simbol pergaulan dan kedewasaan semu. Banyak yang mulai merokok bukan karena ketergantungan, melainkan demi diterima secara sosial, tanpa menyadari bahwa asapnya berdampak pada orang lain di sekitarnya.
Berhenti merokok di ruang publik. Bukan demi aturan semata, melainkan demi menghormati orang lain dan anak-anak yang berhak atas udara bersih. Udara yang bersih dan sehat sudah seharusnya menjadi hak bersama.
Reporter : Lutfiah Nurrahma Faisal Mahasiswi KPI 5 B
2 komentar
Orang-orang melakukan sesuatu tanpa di pikir dulu, lihat tulisan ini jadi sebagai refleksi, kalo mau berbuat sesuatu harus dipikirkan dulu, merokok di ruang publik itu sangat menggangu
Informasi yang sangat bermanfaat....masyaallah
Posting Komentar