Rebutan Kursi di TransJakarta, Kenapa Viral?
Banjir Cibago Mayang, 65 KK Terdampak Warga Mengungsi di Aula Desa
Hujan deras menyebabkan longsor di sekitar aliran Sungai Cikandai. Material longsoran sempat menahan aliran sungai hingga akhirnya jebol dan meluap, sehingga air masuk ke permukiman warga sekitar pukul 14.00 WIB.
Kepala Desa Mayang, Usman Suhendi, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, banjir mengakibatkan ratusan warga terdampak.
"Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 212 jiwa dari 65 kepala keluarga terdampak banjir," ujar Usman saat diwawancarai Info Cisalak.
Selain itu, banjir juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga. Tercatat sebanyak enam rumah mengalami rusak berat, 26 rumah rusak sedang, dan 35 rumah rusak ringan. Sejumlah areal persawahan serta kebun milik warga turut terdampak.
Untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, Pemerintah Desa Mayang bersama pihak terkait telah melakukan evakuasi warga, khususnya di wilayah paling terdampak, yakni RT 13 RW 04 Kampung Cibago. Warga dievakuasi ke Aula Mayang Maslahat, Desa Mayang.
"Kami sudah melakukan evakuasi warga ke aula desa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk potensi banjir susulan, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi," jelas Usman.
Usman menambahkan, saat ini warga terdampak masih membutuhkan sejumlah bantuan mendesak, seperti alat kebersihan untuk membersihkan material banjir, tenda darurat, peralatan medis, logistik makanan, serta perlengkapan makan dan minum.
Di akhir keterangannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan bencana tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan menyalurkan bantuan bagi warga kami yang terdampak musibah ini," pungkasnya.
Ketika Subang Berpesta, Subang Fest sebagai Ruang Ekspresi dan Kebanggaan
Lampu-lampu panggung menyala bergantian, memantul pada wajah-wajah penuh antusias. Dentuman musik terdengar bersahutan dengan sorak penonton, sementara aroma jajanan tradisional dan kuliner kekinian berbaur di udara. Subang Fest bukan sekadar festival hiburan, melainkan ruang pertemuan berbagai ekspresi masyarakat.
"Acara seperti ini bikin Subang terasa hidup. Kita bisa menikmati hiburan sekaligus kumpul bareng keluarga," Ujar Rizkun
Di sepanjang area alun-alun, deretan stan UMKM menjadi denyut ekonomi kecil yang hidup. Para pelaku usaha lokal dengan ramah menawarkan produk mereka dari makanan khas Subang hingga kerajinan tangan. Bagi mereka, Subang Fest adalah panggung kesempatan.
Tugu Pancasila yang berdiri kokoh di tengah alun-alun seakan menjadi saksi bisu perayaan ini. Di bawah simbol persatuan itu, berbagai latar belakang masyarakat menyatu tanpa sekat. Tak ada perbedaan usia, profesi, atau status sosial. Semua larut dalam suasana yang sama tertawa, bertepuk tangan, dan saling berbagi ruang.
Bagi para seniman lokal, Subang Fest adalah ruang ekspresi yang jarang mereka dapatkan. Panggung terbuka memberi mereka kesempatan untuk menunjukkan karya, menguji keberanian, dan merasakan apresiasi langsung dari masyarakat.
Ketika malam semakin larut, keramaian tak juga surut. Cahaya lampu, suara musik, dan riuh tawa membentuk satu irama yang hangat. Subang Fest menjelma menjadi cermin wajah kota: sederhana, ramah, namun penuh semangat.
Di Alun-Alun Subang, tepat di sekitar Tugu Pancasila, pesta itu mungkin akan usai ketika lampu panggung dipadamkan. Namun rasa kebersamaan dan kebanggaan yang lahir dari Subang Fest akan tinggal lebih lama mengendap dalam ingatan, menjadi cerita, dan terus hidup sebagai identitas sebuah kota yang tahu cara merayakan dirinya sendiri.
Posyandu RW 10 Fokus Cegah Stunting Lewat Program Tri Bina
Cigending – Posyandu RW 10 terus menunjukkan perannya dalam menjaga kesehatan masyarakat dengan menggelar kegiatan rutin setiap bulan. Program utama yang dijalankan adalah pencegahan stunting dan gizi buruk melalui penimbangan serta pembinaan keluarga, balita, hingga lansia, Senin (06/10/2025).
Kepedulian Nyata: Cigending Bagikan Cadangan Beras Untuk Warga
Cigending – Lurah Cigending bersama Kasi Kesos memantau langsung pendistribusian Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada warga, Minggu (05/10/2025). Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap ketahanan pangan masyarakat.
Pendistribusian Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Kelurahan Cigending, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, berlangsung lancar dan tertib. Kegiatan ini disambut antusias warga penerima manfaat yang hadir sejak pagi untuk mendapatkan beras bantuan.
Lurah Cigending menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya bersama dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
"Kami memastikan distribusi bantuan berjalan tertib dan tepat sasaran. Bantuan pangan ini diharapkan bisa meringankan kebutuhan sehari-hari warga," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Hal senada disampaikan Kasi Kesos Cigending yang turut hadir memantau jalannya kegiatan.
"Kami terus berkoordinasi agar distribusi bantuan ini tidak hanya lancar, tetapi juga adil. Setiap penerima terdaftar akan mendapatkan haknya," katanya.
Salah satu warga penerima bantuan, Ibu Aisyah, mengaku bersyukur mendapat bantuan beras dari pemerintah.
"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami. Setidaknya kebutuhan dapur bisa tercukupi beberapa hari ke depan," tuturnya dengan senyum.
Melalui program CBP, pemerintah berharap mampu menjaga stabilitas pangan dan memperkuat daya tahan masyarakat terhadap gejolak harga kebutuhan pokok. Dengan pengawasan langsung dari aparat kelurahan, distribusi di Cigending berjalan sesuai harapan.
Reporter: Evi Safitri & Salma Zakia Sholeha
Penyuluh Agama Antapani Tekankan Ekoteologi dan Kerukunan di MTKD
Bandung – Penyuluh Agama Kecamatan Antapani, Kota Bandung, menggelar orientasi santri baru sekaligus silaturahim Majelis Taklim Konversi Diniyah (MTKD) di Masjid Nurul Huda pada Selasa, 7 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan bagi para warga dengan penekanan pada nilai ekoteologi dan kerukunan antarumat beragama sebagai bekal dakwah yang relevan dengan tantangan zaman.
Dalam arahannya, penyuluh agama menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari ibadah. Hal ini sejalan dengan gagasan ekoteologi yang menempatkan alam sebagai amanah Allah SWT yang harus dijaga keberlanjutannya. Para warga diajak untuk tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Selain itu, penyuluh juga menggarisbawahi pentingnya merawat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. Dengan bimbingan para mudaris, santri diarahkan untuk memiliki akhlak yang terbuka, toleran, dan mampu menjadi agen perdamaian. "Kita bukan hanya pewaris ilmu, tapi juga harus jadi teladan dalam menjaga harmoni sosial," tegas salah satu penyuluh.
Kegiatan ini turut menghadirkan pembicara dari kalangan tokoh agama dan pendidik MTKD. Mereka memperkuat pesan bahwa sinergi antar lembaga keagamaan perlu dibangun demi ketahanan moral masyarakat. Penyuluh berperan aktif dalam memfasilitasi dialog, diskusi, serta perumusan program yang selaras dengan visi Islam rahmatan lil 'alamin.
Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan itu ditutup dengan perumusan program kerja MTKD, salah satunya gerakan sadar lingkungan berbasis majelis taklim. Dengan pendampingan penyuluh Kemenag, agenda ini diharapkan mampu menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
Bantuan Sembako Disalurkan kepada Masyarakat Desa Terdampak Banjir di Kabupaten Sumedang
SUMEDANG – Pada Senin, 15 Desember 2025, masyarakat yang terdampak bencana banjir di tiga desa di Kabupaten Sumedang, yaitu Desa Sayang, Desa Mekargalih, dan Desa Cipacing, menerima bantuan sembako sebagai bagian dari upaya pemulihan setelah banjir yang terjadi pada Jumat, 12 Desember 2025. Banjir yang melanda wilayah tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah warga dan fasilitas umum, sehingga banyak warga yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka.